Selasa, 17 Januari 2017

[K-Drama] WF Kim Bok Joo: Drama Komedi Pemuas Kebutuhan Tertawa

Aku pernah dengar Gita Savitri (Hijaber yang study abroad di Jerman dan hits juga mirip artis korea) bilang bahwa salah satu k-drama yang dia suka adalah Reply Me 1988. Dia suka drama yang gak membahas cinta secara “menyek-menyek”. Daily Life yang dipaparkan di suatu drama lebih interesting dibandingkan kisah cinta yang dibuat-buat. Mungkin kurang lebih begitu menurutnya, yang juga sama menurutku.

Nah, bagi penyuka drama Reply 1988, WF Kim Bok Joo juga merupakan salah satu drama sejenis yang ciamik. WF Kim Bok Joo membahas kisah mahasiswa olahraga (calon atlet) dan kisah pertemanan yang kemudian menjadi percintaan. Seru... sumpah! Dibandingkan dengan drama saingannya, Legend of Blue Sea, yang begitu abs... ah sudahlah hehe...

Aku gabisa berkata banyak ya, yang jelas aku bisa ketawa ngakak gegara drama ini juga sekaligus menangis sesegukan karena kisah sentimentil di dalamnya. Pemeran utamanya juga enak dilihat banget, tak heran keduanya mendapatkan award dari MBC. Love their chemistry pokoknya...

Their Chemistry ...

Episode favorit adalah episode setelah Bok Joo patah hati dari si Dokter Baik. Upaya Jung Joon Hyung sebagai teman yang healer sangat manis. Tipe-tipe teman kocak dan selalu ada memang sangat kita inginkan, kan?
Yes, sekian.

(Btw aku jadi gabisa ngereview gitu... hahaha)

Bye.
Share:

Selasa, 03 Januari 2017

[Film] Karya Para Komika: Hangout (cukup keren) dan CTS (keren banget)

Ini adalah tiket nonton 😛
Dok. Pribadi
Tanggal 23 Desember, Radit mengadakan undian HP Vivo5 untuk penonton yang beruntung hari itu di medsosnya. Aku yang masih terpenjara oleh jam kerja jadi ingin segera kabur untuk menonton. Supaya mendapat jam nonton pukul lima, dengan penuh perjuangan kumengerahkan segala yang kubisa (ah elah), dan akhirnya Aku berhasil duduk manis untuk menonton taste of humornya Radit. (Ya Readers, maaf banyak pendahuluan)
Well, Film Radit selalu membuat tertawa walaupun kali ini kualitas cerita dan humornya menurun. Dia membuat film ini menjadi satu kesatuan cerita utuh dengan seleranya yang absurd. Bagi para pembaca bukunya, penonton stand up-nya, dan pengikut medsosnya, sudah barang tentu akan dengan mudah masuk ke dalam selera Radit yang komedinya sarkastik dan selalu tanpa tergesa menjelaskan hal menjijikan/jorok. Nah, gak tau ya kalau menurut orang-orang yang nonfollower Radit, film ini lucu atau enggak? Itu sih menurutku selaku pengkritik. Tapi selebihnya sih, selaku penonton yang ingin enjoying the film dan karena sudah cinta sama karya Radit, Aku tetap mengapresiasi dan megacungkan jempolku untuk filmnya ini. Terutama untuk caranya memberikan pesan pada tiap ending filmnya.
Kesimpulan:
1.      Radit berhasil membuat kehidupan-kehidupan para artis yang cukup beken untuk saling berkelindan menjadi satu cerita.
2.      Peran Soleh Solihun sebagai pemegang punchline komedi selalu berhasil membuat kita tertawa.  
3.      Sosok bego” Radit dalam setiap filmnya selalu loveable.
4.      Ada cerita tak terduga tentang siapa pembunuh sebenarnya. Cara Radit membuat nama Prilly menjadi nama pembunuh di Pulau itu keren juga, seperti TOM RIDDLE yang adalah Voldemort di Harpot J
Akan tetapi:
5.      Cerita  film Hangout terlalu absurd
6.      Film akhir tahunnya Radit kali ini kurang keren dibanding film  Koala Kumal dan Single.
Nah, mari kita bandingkan dengan karya Ernest. Film yang tayang seminggu setelah film Hangout ini jauh lebih berkualitas (ceritanya). Mari sedikit mengomentari film Cek Toko Sebelah.
Jujur, ini kali pertama Aku menonton film Ernest. Tapi setelah menonton film #CTSMovie, Aku langsung jatuh cinta dengan kerapiannya membuat suatu film. Kalau sudah jatuh cinta begini, mau gamau Aku kecanduan menunggu karya doi lagi.
Kelebihan Film CTS:
1.      Ernest membuat detil film dengan sangat rinci dan keren. Lucunya, Ernest dengan rajin membuat plesetan produk toko grosir sedemikian rupa. Contoh, Ale-ale menjadi Lea-Lea kalau tidak salah. Kan ini keren gitu ya.... hal kecilpun Ernest perhatikan.
2.      Film ini mengalir dan mempunyai pesan moral tentang mencintai keluarga & orang tua.
3.      Filmnya nyata dan membuat penonton juga ikut dilema atas berbagai pilihan.
4.      Pemeran filmnya anak-anak SUCA 2. It’s interesting to watch.
5.      Film Indonesia yang ditunggu-tunggu ini benar-benar mengaduk emosi penonton. Kita bisa tertawa sekaligus menangis dalam jarak hitungan detik saja.
Well, bagi yang belum nonton kedua film ini, lebih baik nonton dulu CTS ya, jika budget masih memungkinkan, tonton juga Hangout. Keduanya adalah film komika Indonesia yang harus selalu didukung, karena film-film ini adalah karya dari Sutradara-sutradara yang ­making a film with heart banget.



Share:

Teacher Kim A Je Come Back :")

Ini adalah hari keduaku kembali ke dunia kerja setelah 20 hari off. Aku mendapati sesuatu, yaitu perasaan senang yang tak bisa dijelaskan tapi akan kucoba jelaskan sebisaku (???)

Tahu tentang relatifitas waktu? Saat ukuran  waktu yang sama bisa terasa cepat atau lambat tergantung apa yang dijalani.

Tadi itu, aku pertama kali menemui anak-anakku (belom kawin tapi kusudah punya banyak anak :P) yang sudah lama tak bertemu. Kegiatan mereka terhadapku adalah mencurhatkan resah mereka dan menjadikan aku bahan "bully-an" seperti biasanya yang dilakukan di grup mereka.

Tadi itu mereka lakukan itu lagi dalam rangka menyambut mungkin, tapi ah, I really love their way to love me. Pagi ke siang serasa lama, tapi siang ke magrib ditambah kehadiran mereka rasanya cuma sekejap. Aku selalu kembali bersyukur dengan pekerjaanku ini, Ya Allah Alhamdulillah.
Para Berisikers dan Gurunya yang Baik Hati 😆

Share:

Jumat, 30 Desember 2016

[Film] Ode To My Father: Film Bersetting Sejarah yang Harus ditonton di Kelas (Korea)

Poster Ode To My Father
Sumber: google.image

“Hidup Orang-orang dahulu sangat keras, hargailah sejarah!“ Kurasa semua orang yang menonton film ini akan sampai pada kesimpulan tersebut. Guru tak perlu lagi mengajarkan sejarah dengan mendikte.Tonton sajalah Ode To My Father, misal. Film ini akan menyuguhkan betapa perjuangan, hidup keras dan patriotisme bisa ditumbuhkan dengan kumpulan scene-scene grafis yang menarik kita ke masa lalu dengan apik.

video

Oke, ini memang film bersetting sejarah korea, maaf belum bisa menonton film Indonesia berbau sama. Berawal dari menonton film yang bersetting 1950 ini, Saya jadi berniat juga download film bersetting sejarah Indonesia tercinta. Lepas dari ini semua, saya mau cerita dulu ya.
Ode to my  father menceritakan seorang anak lelaki tertua yang terpisah dengan ayahnya semasa peperangan. Dia diamanati untuk menjadi kepala keluarga bersama Ibunya dan ketiga adiknya.
Hal yang menjadi poin keren dari film ini adalah durasinya dua jam namun kita akan seksama menyaksikan dari awal sampai akhir tanpa bosan.
Perjuangan seorang kakak menyangga kehidupan keluarga dalam film ini memang patut diacungi jempol. Hal lainnya yang patut dijempoli adalah detil-detil dalam film tahun 2014 ini. Setting Jerman dan setting Vietnam berhasil ditampilkan secara baik. Cameo-cameo seperti orang pertama yang membuat Perusahaan Hyundai, seorang penggagas pakaian unisex di Seoul, dan hal-hal detil lain yang tidak saya mengerti selaku orang Indo digambarkan begitu rapi sebagai pendukung cerita. Selain itu, ada hal lucu dari film ini, yaitu cara orang-orang jaman dulu jatuh cinta. (Hehe...tonton sendiri lah!)
Penokohan dalam film ini begitu cocok. Saya juga sudah kenal aktor dan aktrisnya. Mereka sering muncul di per-drama-an korea. Ada dua orang pemeran Reply Me 1988, ada si itu dan ada si ini. Banyak pula wajah yang sudah familiar namun satu yang tidak saya tahu yaitu si pemeran utama, Dook Soo si keras kepala dari korea selatan bagian utara. Cara bicaranya yang merupakan aksen Busan sangat berhasil ada dalam dirinya sampai saya pun bisa mengenalinya saat dia kecil, agak dewasa, dewasa, tua dan sangat tua karena dia masih sama dalam hal berbicaranya dari waktu ke waktu.
Inilah kenapa saya suka sekali drama korea dan kadang juga film korea. Mereka terlihat serius mengangkat suatu tema dan cukup rapi mengurus hal-hal grafis, salah satunya make up menjadi tua dan cuplikan program stasiun TV KBS yang mempertemukan orang-orang terpisah akibat perang.
Ah...lepas dari kekaguman saya ini, saya dapati satu hal: Orang zaman dahulu begitu hebat telah melalui masa-masa sulit dan berhasil bijak menyikapi semuanya. Beruntunglah kita yang bisa dengan sangat mudah menjalani kehidupan (namun mungkin kurang bijak). Satu lagi, orang tua kita banyak berkorban banyak dan arif menyikapi hal, maka kita pun yang tidak pernah berjuang dalam masa sulit setidaknya harus selalu menghormati orang tua dan orang yang sudah tua.
Best ending: Dalam film ini, Toko Dook Soo tidak dijual ternyata bertujuan menunggu ayahnya yang barangkali pulang. Suatu penantian dari tahun 1950-2016. Waw... this is daeeeebak!

4 bintang dari 5 untuk film bersetting sejarah yang haru ini. Sebagai catatan, film ini bukan cerita sejarah negara koreanya ya... ini adalah cerita seseorang dalam melalui masa-masa perang korea 1950 tsb. 
Share:

Sabtu, 19 November 2016

[Novel] Tentang Kamu: Misi Tere Liye Sukses Besar

Gila! Makin ke sini Tere Liye makin keren.

Orang-orang yang membaca kisah Sri Ningsih dalam buku ini akan tertulari energi positif. Aselina!
Buku tebal dengan sampul sepatu ini dapat kita bereskan dengan cepat karena kisah-kisahnya yang mempunyai ritme tidak tertebak. Alur maju mundurnya membuat kita tanpa sadar sudah berada jauh di tengah bahkan di akhir cerita. Kita akan tersadar karena mata berasa sudah seret-terlalu lama membaca.

Sri Ningsih orang yang sangat hebat. Kisahnya begitu getir di setiap pembabakan kehidupannya. Tere Liye agak jahat juga kupikir. Sri Ningsih bahagia sedikit, tak lama kemudian berubah menjadi sedih sangat pilu-begitu terus sampai di akhir kehidupannya. Lantas, hal inilah yang dimaksud oleh Tere Liye dipromosinya. Tere bilang kita bisa memposisikan kita sebagai 'kamu' di novel ini. Bagaimana enggak, dari perjalanan hidup yang begitu panjang, Sri memerankan berbagai peran baik sebagai anak, kakak, teman, sahabat, murid, guru, pengusaha, seseorang yang jatuh cinta, seorang perawan tua, seorang yang dicintai, seorang yang keguguran, seorang yang merantau ke negeri orang, seorang pengangguran, seorang perempuan penyupir bis, seorang yang ditinggal mati suami dan lain-lain. Begitu luas peran Sri dalam kisah ini. Semuanya diceritakan dari sudut pandang orang ketiga, yaitu Zaman Zulkarnaen sebagai seorang lawyer heir hunter yang mengurus warisan Sri Ningsih saat sudah meninggal-Orang yang sangat kaya tapi bersahaja.

Kelebihan membaca novel ini, kita merasakan taste baru dari Tere Liye yang untuk pertama kalinya berceritera dengan setting Luar Negeri. Keuntungan lain, Cerita ini sangat kaya. Kaya makna tentang memeluk kepedihan dan masa lalu dalam kehidupan. Best Part dari novel ini adalah saat Aku mendapati Hakan berbicara pada Sri bahwa hidup adalah tentang menghadapi, menerima dan mensyukuri yang sudah pernah menghampiri, bukan mencemaskan yang sudah hilang dan menyakiti.

Kerennya lagi, ada beberapa dimensi cerita yang berkelindannya cukup keren, yaitu cerita Zaman yang jatuh cinta dengan Aimee.

Over All, Tere Liye sekali lagi berhasil menjalankan misinya, yaitu MENGHIBUR DAN MENEMANI hari-hari pembacanya.
***

"Lima tempat. Sumbawa. Surakarta. Jakarta. London. Paris. Lima masalah kehidupan yang menyesakkan hati. Satu wanita tangguh dengan hati tiada tara.
Tentang Kamu"

PS: Saat cerita Sri Ningsih di Pulau Bungin, Aku mewek tiada henti. Saat di Jakarta, betapa i feel Sri Ningsih so much. Saat di London, keren banget dan saat Sri dikhianati sahabatnya, kuingin menjambak rambut si Sulastri.

Bus yang dikemudikan Sri sekaligus tempat pertemuannya dengan Hakan
Sumber: Google.Image

Maskumambang, 20 November, kutulis sambil berdoa semoga kedepannya Aku bisa belajar menjadi Sri Ningsih.

Share:

Rabu, 16 November 2016

[Film] Fantastic Beast and Where To Find Them: Sebutlah Film Ini Comedy Fantasy

Film yang rilis 16 November 2016 di Indonesia ini adalah film yang diangkat dari buku J.K Rowling tahun 2001. Film ini merupakan spin off dari series Harry Potter (Spin Off  kurang lebih adalah menceritakan bagian pendukung dari suatu cerita inti).  Dahulu, Harry Potter  dalam Harry Potter and The Philosopher Stone mempunyai buku Fantastic Beast and Where To Find Them di Hogwarts. Bagian inilah yang menjadi spin off dari Harry Potter yang malam tadi di hari premiernya saya tonton.
Para penyihir yang kutonton semalam :D

<3 <3 <3 <3
Tokoh utama film ini adalah Scamander. Newt Scamander adalah penulis buku Fantastic Beast and Where To Find Them. Dia pecinta hewan-hewan buas yang fantastik. Hewan Newt yang terlucu adalah hewan yang sangat menyukai benda perak dan uang. Hewan ini menjadi kelucuan tersendiri dalam scene-scene-nya. Perjalanan Newt ke New York mulai kacau dengan kaburnya si hewan tadi di Bank New York.  

Tokoh wanita pendukung adalah Tina, Tina adalah seorang penyidik di pengadilan sihir New York. Tina (sudah bisa ditebak) pada akhirnya menjadi dekat dengan Newt yang sebelumnya menjalin hubungan dengan Leta Lestrange di Hogwarts. Tina mempunyai saudara kembar yaitu Tini Queeny. Queeny menjadi pasangan pembantu cerita dari nomaj (sebutan bagi muggle di New York) yaitu Tuan Gemuk yang ingin membuka usaha toko roti.

Cerita inti dari film ini adalah menemukan hewan-hewan buas yang terlepas di New York. Keempat tokoh yang saya sebut tadi saling berjuang memasukkan hewan buas ke dalam koper ajaib. Mereka harus segera membawa kembali hewan  ke dalam koper demi menghindari konflik antara nomaj dan dunia penyihir.

Menurutku, film yang berdurasi selama 130 menitan ini biasa saja. Ini benar-benar merupakan spin off saja. Salahku sendiri kali ya, sudah berekspektasi lebih karena film ini diproduseri langsung oleh J.K Rowling. Namun begitu, film ini cukup menghibur degan keempat tokoh yang masing-masing menimbulkan kelucuan, terutama si Tuan Nomaj. Sepertinya film ini harus dilabeli Fantasy-Comedy. Hehe

Saya yakin membaca bukunya langsung akan lebih seru dibanding menontonnya saja. Saat menonton, saya merasa ada beberapa bagian yang dipersingkat yang pada akhirnya membuat kita sedikit missing.

PS: Saya suka sekali ekspresi Newt Scamander. Mirip muridku yang jenius, Fiddhanie. Kaku-kaku gimanaa gitu.
Newt Scamander Poster

Newt and his always expression

Moral Value film ini bagi aku sih gini: ga ada hewan yang buas, mereka hanya membela diri dan yang harus kita lakukan hanyalah menyayanginya. Selain itu, tentang si lelaki miterius, Credence, dia hanyalah seseorang yang marah yang jika disayangi akan menjadi baik. (Duh...payah sekali ya pendapatku)


Share:

Selasa, 15 November 2016

[K-drama] Jealousy Incarnate: Tentang Cinta Segitiga, Kanker Payudara dan Dunia Penyiar Berita

Bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan selama tiga tahun? atau bagaimana jika setelahnya kita dicintai oleh dua orang sekaligus yang bersahabat?

Apa tanggapan kita terhadap kaum minoritas semisal seorang pria yang mengidap kanker payudara?

Apakah Anda tertarik dengan dunia penyiaran?

Semua hal ini ada dalam drama yang dibintangi oleh artis senior yang mumpuni. Mereka adalah Gong Hyo Jin, Jo Jung Suk dan Go Kyung Po.
Foto ini terlihat jelas mendeskripsikan judul drama: Jealousy Incarnate
Kiri ke kanan: Go Jung Won- Pyo Na Ri- Lee Hwa Sin
Cerita Pelengkap: Bang Ja Young, Paman Rak, Chi Yul dkk
Bagi Kakakku, drama ini cenderung akan mengecewakan karena peran pembantu lebih baik karakternya di mata penonton. Bagaimana engga, si pemeran utama Lee Hwa Sin mempunyai karakter seorang lelaki yang sulit, kejam demi profesionalisme kerja dan kejam karena menolak cinta seseorang selama tiga tahun. Cinta tersebut datang dari Pyo Na Ri, seorang penyiar cuaca yang tulus, polos tapi berprinsip untuk mengejar mimpinya menjadi seorang pembaca berita seperti Lee Hwa Sin. Ibarat toilet PVJ dan toilet Stasiun Cikudapateuh, Lee Hwa Sin (Pemeran Utama) dan Goo Jung Won (Pemeran Pembantu) berbeda jauh detail karakternya. Kita akan lebih nyaman mengeluarkan hajat di toilet PVJ. Dengan kata lain, kita akan lebih nyaman Pyo Na Ri jatuh di tangan Goo Jung Won- yang baik hati.

Keberpihakan Kakakku: Pyo Na Ri pada Go Jung Won
Bagiku, drama ini patut diikuti. Pergulatan batin seseorang yang sulit membuat kita tidak mudah menebak ke mana arah cerita, terlebih jumlah episode yang panjang (24 episode) membuat kita tidak tahu kapan cerita menjadi klimaks. Selain itu, kisah mereka sangat renyah untuk ditertawai di saat makan malamku di kosan. Dan hal yang paling aku suka adalah jika tiba pada scene-scene di mana Pyo Na Ri atau Lee Hwa Sin emosional. Emosi mereka tentang suatu hal selalu epik. I think you’ll enjoy the Chemistry from the characters as well.

Keberpihakkanku: Pyo Na Ri pada Lee Hwa Sin
FYI, sutradara cukup rumit membuat cerita. Roman percintaannya terjadi antara dua orang sahabat (Lee Hwa Sin dan Go Jung Won) yang memperebutkan satu wanita (Pyo Na Ri). Selain itu hal yang disinggung drama ini merupakan isu minoritas, yaitu penyakit kanker payudara yang diidap seorang pria (Lee Hwa Sin) yang sekaligus juga infertil. Bisa jadi tema yang menarik inilah yang membuat saya merekomendasikan drama ini untuk ditonton.
Lee Hwa Shin Fitting Bra

This Triangle Love Story

Persahabatan Lee Hwa Sin dan Goo Jung Won

Bermimpi mempunyai anak empat, padahal Lee Hwa Sin infertil

Secara keseluruhan, drama komedi romantis ini aku kasih 3 bintang dari 5 karena entah kenapa walaupun aku rekomendasikan, aku sendiripun tak terlalu terkenang banyak hal saat selesai menonton drama ini. Untuk urusan romantismenya sih aku kasih bintang 5, karena (sumpah) beberapa “adegan tak terduganya” membuat jantung ini dag dig dug dan ser. Hehe

Dari drama ini kita bisa belajar tentang:
“Cinta disadari saat kecemburuan membungbung tinggi” (bahasa apalah ini?)
“Cermin terbaik kita adalah sahabat” (Iya banget)
“Profesi reporter adalah tentang menyampaikan kebenaran” (Aku jadi kagum sama Rosiana Silalahi atau Arif Suditomo jika benar sebersahaja ini pekerjaan mereka)
BTS para penyiar berita
Well, jadilah orang yang tulus bekerja dan tetap berjuang untuk mimpi kita seperti Pyo Na Ri.
Share: